SEJARAH DESA PAJAHAN

Desa Pajahan sejak dahulu merupakan suatu wilayah dusun Pajahan termasuk dalam perbekelan Pupuan,Kedistrikan Selemadeg kemudian Pecah Menjadi dua yaitu Selemadeg dan Pupuan.Kedistrikan Pupuan meliputi Desa Pupuan,Desa Belimbing,Sanda,Batungsel dan Belatungan,Kelima daerah tersebut masuk kedistrikan Pupuan berdasarkan persetujuan dan daerah - daerah tersebut dan demi kepentingan pemberian suatu,maka daerah batungsel dipecah menjadi Kebon Padangan dan Batungsel ,Sedangkan Desa Pupuan dibagi menjadi Desa Pupuan,Pajahan,dan Bantiran,Semua Desa itu merupakan Desa Pemekaran sejak Tahun 1984 , Desa - desa ini masih menjadi desa persiapan.

Desa Pajahan menjadi desa persiapan dengan wilayah awal adalah Kelau dan Pajahan ,  sedangkan Sai dan Gambuk menjadi dusun persiapan . Desa Pajahan sudah merupakan Desa Difinitif yang diresmikan oleh Gubernur Ida Bagus Mantra dengan Kepala Desa yang pertama adalah Bapak I Ketut Jodog Hardika , Dia dilantik pada tanggal 14 Juli 1988 dia menjabat kurang lebih 1(satu) tahun , kemudian digantikan oleh I Nengah Sukarta pada tanggal 22 Maret 2007 digantikan oleh I Gede Adhi Subandi , kemudian pada tanggal 18 Nopember 2008 diganti oleh I Ketut Madi Arsana,SH , sebagai PJS Perbekel Desa Pajahan,kemudian pada tanggal 9 Juni 2009 PJS Perbekel diganti oleh I Gede Adhi Subandi . Kemudian pada tanggal 4 April 2013 digantikan oleh I Ketut Madi Arsana,SH . pada tanggal 4 April 2019 digantikan oleh PJS Bapak I Putu Wahyudi dari Desa Pupuan yang ditunjuk oleh Ibu Bupati Tabanan lewat Pihak Kecamatan Pupuan , pada tanggal 24 Desember digantikan oleh I Ketut Madi Arsana,SH, sampai sekarang.

Demikianlah terjadinya pemekaran wilayah dusun yang awalnya hanya satu ( 1 ) Dusun , namun kini mekar menjadi 6 Dusun.

Demikian sejarah singkat Desa Pajahan yang dapat Kami sampaikan semoga ada manfaatnya.